Logo Warung Padang UPIK

Tentang Kami

Fase tahun 1989 hingga tahun 2000an, adalah fase perjuangan hebat seorang Bapak Syafril didampingi Ibu Suwarni dalam kehidupan keluarga Minang perantauan di Pulau Bali. Dikarunia tiga orang putri menjadi tanggungjawab yang harus dipenuhi dengan berbagai upaya. Rangkaian kegagalan demi kegagalan dalam bekerja dan berbisnis sendiri datang silih berganti. Hingga tahun 2001, merupakan babak baru dalam kehidupan Bapak Syafril dan keluarga. Berbekal semangat pantang menyerah dan gaji terakhir yang dimiliki, Bapak Syafril mengajak semua keluarga merantau ke Kota Samarinda. Di tepian sungai Mahakam ini, Bapak Syafril memulai usahanya dengan berjualan korek api gas dan mengelola warung Padang milik orang lain. Disinilah Bapak Syafril membuktikan bahwa kemauan belajar dan mengembangkan diri adalah solusi untuk menunjukkan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.
Setahun kemudian Bapak Syafril memberanikan diri membuka warung Padang sendiri. Maka tahun 2002 menjadi lahirnya Warung Padang UPIK pertama kali di Jl. Danau Toba. Perjuangangigih dan kemauan besar untuk berkembang menjadikan lahirnya 3 cabang lain di Samarinda hingga akhir tahun 2004. Konsistensi Warung Padang UPIK dalam menjaga kualitas rasa masakan Padang terwujud berkat peran utama Ibu Suwarni sebagai fungsi kontrol rasa bagi UPIK. Meskipun beliau masih menjalankan peran sebagai ibu bagi ketiga putrinya yang mulai beranjak dewasa.

Outlet Warung Padang UPIK

Meneladani kegigihan kedua orang tua dan bekal pendidikan yang dimiliki, maka pada tahun 2008, kedua putri Bapak Syafril membagi peran dalam mengembangkan Warung Padang UPIK hingga berhasil memperluas cabangnya di Balikpapan. Duet Kerjasama putri pertama dan bungsu putri Bapak Syafril pun berhasil mewujudkan UPIK menjadi 5 cabang di Samarinda dan 5 cabang di Balikpapan. Sedangkan putri ke dua, fokus pada keluarga dan agama. Tidak hanya berhenti sampai disitu. Berbekal semangat tinggi dalam belajar hal hal baru, usaha berbasis keluarga pun mulai ditransformasikan menjadi usaha berbasis sistem manajemen oleh ‘duo’ wanita ini . Mereka juga membangun struktur manajemen dengan merekrut orang-orang profesional dan mulai menata lini standarisasi produksi masakan dengan mendidik koki-koki baru. Sistem manajemen progresif menjadikan Warung Padang UPIK terus bertumbuh baik secara internal manajemen maupun pelayanan kepada konsumennya menjadi lebih baik. Hal ini terus dilakukan hingga saat ini.

Dengan berkembangnya manajemen UPIK di Kalimantan Timur, akhirnya di tahun 2019 membawa UPIK berani memperluas cabang nya dan memilih Jogja sebagai kota pertama UPIK hadir di pulau Jawa. Tepatnya di bulan November tahun 2019, Warung Padang UPIK melahirkan 2 cabang termudanya. Masa pandemi covid-19 seluruh dunia di awal tahun 2020 merupakan ujian besar bagi manajemen UPIK. Tidak hanya di Jogja, namun juga di Kalimantan Timur. Namun, berkat doa, kegigihan dan kemauan kuat untuk terus belajar, UPIK dapat melewati masa berat pandemi Covid-19 dengan penuh pelajaran yang didapatkan, meskipun harus merampingkan diri kehilangan 2 cabang outletnya dengan tidak melakukan PHK karyawan. Hingga kini, Warung Padang UPIK hadir dengan 9 cabang. 4 cabang di Balikpapan, 4 cabang di Samarinda dan 1 cabang di Yogyakarta. Tidak hanya berhenti disini, berbekal 20 tahun pengalaman di bidang kuliner masakan Padang, Warung Padang UPIK masih akan terus mengembangkan diri untuk memberikan pelayanan masakan terbaik kepada konsumen di seluruh Indonesia.

Outlet Warung Padang UPIK